Preloader
"Informasi Kesehatan dan Nutrisi Tepercaya"
collaboration with Departemen Ilmu Gizi FKUI dan RSCM


Ayo, Turunkan Risiko Kanker Usus Besar Dengan Konsumsi Serat!
image description

Kanker adalah penyakit akibat adanya pembelahan dan pembentukan sel abnormal yang dapat terjadi di seluruh tubuh [1]. Data WHO menunjukkan bahwa kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia [2]. Sedangkan di Indonesia, prevalensi penyakit kanker adalah sebanyak 1,4 kasus/ 1000 penduduk [3].

Penyebab kanker adalah multifaktorial, di antaranya adalah mutasi gen, peningkatan stres, rokok, infeksi seperti HPV, radiasi, senyawa kimia atau makanan/  minuman yang bersifat karsinogenik [4]. Contoh makanan yang bersifat karsinogenik antara lain daging olahan, daging merah, ikan asin, alkohol, gorengan, atau ultra-processed food and drink.

  • Daging merah dan daging olahan. Keduanya telah ditetapkan oleh WHO sebagai salah satu bahan makanan penyebab kanker. Contoh daging yang termasuk daging merah adalah daging sapi, kambing, babi dan domba. Daging olahan umumnya daging sapi atau babi yang mengalami proses pengolahan untuk diawetkan. Misalnya sosis, daging kornet, kalengan, hot dog, ham atau salami.

Pada pembuatan daging olahan dapat terbentuk senyawa kimia karsinogenik, yaitu N-nitroso. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya kanker kolorektal melalui induksi kerusakan DNA yang memicu sel kanker [5].

Proses pengolahan daging merah dengan suhu tinggi seperti digoreng, dipanggang atau dibakar langsung pada bara api, dapat mengeluarkan senyawa karsinogenik heterosiklik amin dan polisiklik aromatik hidrokarbon. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal [6]. Penelitian pada hewan menunjukkan senyawa tersebut dapat mengikat segmen DNA, yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker [7].

  • Ikan asin. Ini adalah ikan laut yang diproses dengan penggaraman dan pengeringan. Proses ini menghasilkan senyawa karsinogenik N-nitrosodimetilamin. Hasil penelitian epidemiologi di Cina menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker nasofaring dan kanker lambung [8].
  • Minuman beralkohol. Minuman ini berisiko menyebabkan kanker. Kandungan minuman beralkohol yaitu asetaldehida, dapat bereaksi dengan DNA dan menyebabkan kerusakan sel. Metabolisme alkohol dalam tubuh juga dapat meningkatkan radikal bebas yang merusak DNA dan menginduksi sel kanker [9]. Dari hasil penelitian, minuman beralkohol meningkatkan risiko kanker mulut, laring, faring, esofagus, hati, kolon, rektum atau payudara [10].
  • Gorengan, merupakan bahan makanan yang diolah dengan cara direndam dalam minyak dan dipanaskan dengan suhu 175–190,50C. Pemanasan dengan suhu tinggi akan menyebabkan minyak teroksidasi dan menghasilkan senyawa kimia karsinogenik, yaitu aldehida dan akrolein yang dapat merusak DNA. Akibatnya terjadi perubahan sifat sel menjadi ganas. Dari penelitian diketahui bahwa mengonsumsi banyak gorengan berisiko menyebabkan kanker prostat[11]. Selain itu, juga terdapat senyawa akrilamida yang terbentuk bila sumber karbohidrat digoreng, seperti kentang goreng. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa akrilamida ini dapat menyebabkan terjadinya mutagenesis pada DNA sehingga menjadi sel kanker[12].
  • Ultra-processed food and drink diproses di pabrik dengan menambahkan berbagai bahan tambahan pangan. Misalnya minuman berkarbonasi, snack kemasan, ekstrak kaldu ayam/ daging, mi instan, cokelat, permen, minuman rasa buah, nugget, keripik kentang, dan sebagainya[13]. Makanan ini biasanya mengandung kalori dan lemak jenuh yang tinggi. Dalam proses pembuatannya, terbentuk berbagai senyawa karsinogenik seperti akrilamida, aldehida, heterosiklik amin dan polisiklik aromatik hidrokarbon. Selain itu, kemasan yang mengandung bisfenol A dapat mengontaminasi makanan. Penelitian pada hewan menunjukkan bisfenol A berisiko menginduksi sel kanker payudara dan prostat [14]. Penelitian epidemiologi di Perancis menunjukkan peningkatan konsumsi ultra-processed food and drink sebanyak 10 persen dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penyakit kanker sebanyak 10 persen [15] .

Bijak dalam menentukan pilihan makanan akan membawa kebaikan bagi kesehatan tubuh. Dengan mengetahui jenis-jenis makanan dan minuman pemicu kanker adalah salah satu hal penting dalam mengambil langkah bijak berikutnya. Jadi, pastikan untuk mengonsumsi makanan aman, bernutrisi, dan membuat tubuh lebih sehat.

dr. Fransisca Olivia, dr. Nurul Mutu Manikam, Mgizi, Sp.GK

tags: kanker

Berita dari dr. Nurul Mutu Manikam, Mgizi, Sp.GK