Preloader
"Informasi Kesehatan dan Nutrisi Tepercaya"
collaboration with Departemen Ilmu Gizi FKUI dan RSCM


Mati Karena Kolesterol, Mungkinkah?
image description

Kolesterol bisa menyebabkan kematian, benarkah?

Kolesterol adalah momok bagi sebagian besar orang. Dag-dig-dug rasanya ketika akan melakukan pemeriksaan kolesterol. Seakan-akan seperti mau disidang atas ‘dosa-dosa’ yang telah diperbuat.

Rayuan berbagai makanan nikmat nan lezat memang banyak memakan ‘korban’. Siapa yang tidak tahan ketika disuguhi makanan Padang, aneka gorengan, ayam goreng saus telur asin, hamburger, atau kentang goreng yang menggoda iman?

Berbagai makanan yang tergolong enak memang mengandung tinggi kolesterol. Sementara itu, kolesterol jahat – yaitu LDL – dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pembuluh darah pada jantung dapat mengakibatkan serangan jantung. Apabila pembuluh darah yang tersumbat besar dan memberi makan daerah yang luas pada jantung, maka dapat terjadi gagal jantung yang berujung kepada kematian.

Telah Memakan Banyak Korban

Penyakit kolesterol tinggi diperkirakan telah menyebabkan 2,6 juta kematian dalam setahun di seluruh dunia, yang sebagian besar disebabkan oleh karena serangan jantung. Penyakit jantung memang telah dinobatkan sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia, Amerika Serikat, bahkan di dunia.

Begitu berperannya kadar kolesterol dalam darah terhadap kejadian serangan jantung, sehingga 10% saja penurunan kolesterol pada laki-laki berusia 40 tahun didapati berhasil menurunkan angka kejadian penyakit jantung sebesar 50%. Jumlah ini sedikit berkurang pada laki-laki yang berusia 70 tahun, namun masih signifikan, yakni sekitar 20%.

Berbagai cara dan terapi telah dilakukan untuk menurunkan kolesterol, mulai dari merubah pola makan, melakukan olahraga, hingga mengonsumsi obat. Semuanya bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol yang berlebihan, yang berisiko menyebabkan kematian akibat penyakit jantung.

Terlalu Rendah pun Berbahaya

Kolesterol tinggi memang berbahaya bagi kesehatan jantung. Saking semangatnya menurunkan kolesterol untuk menjaga kesehatan jantung, banyak orang sampai ‘kebablasan’ menurunkan kolesterol hingga level yang terlalu rendah.

Tidak hanya kolesterol tinggi, kadar kolesterol yang rendah juga sama bahayanya – bahkan juga dapat menyebabkan kematian.

Pertama kali dilaporkan oleh suatu penelitian yang dilakukan di Jepang, kadar kolesterol yang terlalu tinggi ternyata dapat menyebabkan perdarahan otak yang menyebabkan kematian. Tidak hanya itu saja, kadar kolesterol yang terlalu rendah juga ditemukan dapat menyebabkan kanker, kecenderungan untuk bunuh diri, dan kematian akibat penyebab lainnya yang bukan karena penyakit jantung.

Ingin lebih lanjut menginvestigasi temuan tersebut, banyak penelitian lain yang dilakukan untuk mencari hubungan antara kadar kolesterol yang rendah dengan kematian.

Hasil penelitian yang ditemukan pun kurang lebih sama, yakni kolesterol yang terlalu rendah dapat meningkatkan angka kematian pada masyarakat yang sebenarnya memiliki risiko rendah terkena penyakit jantung. Selain itu, ditemukan juga peningkatan angka kejadian kanker, terutama kanker payudara.

Sedang-sedang Saja

Dari hasil berbagai penelitian di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kadar kolesterol yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah, sama-sama berbahaya. Oleh karena itu, jagalah kesehatan Anda dengan mempertahankan kadar kolesterol dalam batas yang normal.

Selamat hidup sehat!

dr. Karin Wiradarma, dr. Dyah Eka Andayani, M.Gizi, SpGK