Preloader
"Informasi Kesehatan dan Nutrisi Tepercaya"
collaboration with Departemen Ilmu Gizi FKUI dan RSCM


Bahaya Pemanis Buatan untuk Kesehatan
image description

Sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan? Hati-hati dampaknya terhadap kesehatan!

Dewasa ini, makanan dan minuman manis yang mengandung pemanis buatan sangat digemari oleh masyarakat. Bagaimana tidak, Anda tetap dapat menikmati rasa manis tanpa takut menambah asupan kalori ke dalam tubuh.

Karena seperti yang telah diketahui, rasa manis dari gula dapat menambah asupan kalori dan menyebabkan bertambahnya berat badan. Oleh karena itu, banyak orang yang beralih ke pemanis buatan, dengan alasan lebih sehat dan menjaga berat badan.

Benarkah demikian?

Macam-macam Pemanis Buatan

Ada banyak jenis pemanis buatan, namun yang paling umum digunakan dalam produk makanan dan minuman antara lain adalah aspartame dan sucralose.

Badan pengawas makanan dan obat Amerika, FDA, telah mengizinkan penggunaan enam jenis pemanis buatan – sakarin, aspartame, sucralose, neotame, acesulfame-K, dan stevia. Keenam pemanis buatan tersebut dianggap aman untuk kesehatan apabila dikonsumsi dalam batas wajar yang ditentukan.

Karena mengandung nol atau kalori yang sangat rendah, maka pemanis buatan ini diizinkan penggunaannya sebagai pengganti gula untuk beberapa hal. Misalnya untuk membantu menurunkan berat badan, menjaga agar gigi tidak berlubang, serta membantu penyandang diabetes mellitus untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Selain itu, pemanis buatan juga dapat digunakan untuk memperkaya rasa dalam berbagai produk makanan dan minuman yang manis.

Konsumsi Berlebih

Tujuan dari penggunaan pemanis buatan sebenarnya adalah baik. Namun hal ini berbalik karena konsumsi pemanis buatan yang berlebihan. Karena merasa aman dari penambahan berat badan dan peningkatan kadar gula darah, masyarakat pun ‘kebobolan’ dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.

Fenomena ini mendorong para ahli untuk melakukan penelitian mengenai dampak konsumsi pemanis buatan yang berlebihan bagi kesehatan.

Dampak Bagi Kesehatan

Meskipun pada tahun 1970 pemanis buatan jenis siklamat diduga menyebabkan kanker dan ditarik dari pasar, pemanis buatan yang diizinkan oleh FDA hingga kini masih terbukti aman dan tidak menyebabkan peningkatan risiko kanker. Hanya penggunaan yang sangat berlebihan (lebih dari 1680 mg per hari) yang diduga dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

Namun demikian, bukan berarti pemanis buatan aman 100%. Sebuah studi yang dilakukan selama 11 tahun di Inggris menunjukan bahwa orang yang mengonsumsi dua kaleng atau lebih minuman manis per bulan memiliki risiko penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal kronis lebih tinggi.

Sebuah studi yang melibatkan penyandang diabetes mellitus tipe 2 menyebutkan bahwa konsumsi rutin makanan sarapan pagi yang mengandung aspartame dapat meningkatkan kadar gula darah, sama seperti jika Anda mengonsumsi gula biasa. Tidak hanya aspartame, ternyata pemanis buatan sucralose juga memiliki dampak yang sama, menurut studi yang dilakukan oleh Pepino.

Maksud hati mengonsumsi pemanis buatan untuk menjaga kenaikan berat badan, berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 5158 dewasa di San Antonio, konsumsi pemanis buatan secara rutin malah terbukti dapat meningkatkan berat badan. Konsumsi minuman soda diet ternyata lebih menggemukkan ketimbang minuman soda yang mengandung gula asli!

Ada Batasnya

Meskipun mungkin tujuan awal dari penggunaan pemanis buatan adalah baik, namun tetap saja penggunaannya harus dibatasi. Konsumsilah makanan dan minuman manis – baik itu yang mengandung gula asli maupun pemanis buatan dengan bijak.

dr. Karin Wiradarma, dr. Dyah Eka Andayani, M.Gizi, SpGK