Preloader
"Informasi Kesehatan dan Nutrisi Tepercaya"
collaboration with Departemen Ilmu Gizi FKUI dan RSCM


Awas, Makanan Tinggi Garam Bisa Sebabkan Sakit Lambung
image description

Apalah artinya makanan tanpa garam. Tentu hambar rasanya. Tapi, makanan yang tinggi garam bisa berpotensi menyebabkan sakit lambung,lho.

Garam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu masakan. Makanan tanpa garam tentunya akan menjadi hambar dan tidak nikmat lagi untuk disantap. Selain membuat nikmat masakan, kandungan garam di dalam tubuh kita pun harus terjaga dalam jumlah yang stabil untuk menjaga kesehatan.

Namun masalahnya, banyak orang yang mengonsumsi garam terlalu banyak. Beragam jenis makanan di zaman modern ini memiliki kandungan garam yang tinggi, terutama makanan yang diawetkan, makanan kaleng, makanan yang diproses, dan junk food.

Banyak orang telah mengetahui bahwa mengonsumsi makanan yang tinggi garam dapat menyebabkan hipertensi. Jika tidak diobati, hipertensi lantas dapat berisiko menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Selain dari keempat penyakit di atas, konsumsi tinggi garam juga ternyata dapat menyebabkan sakit lambung.

Perut Kembung

Apabila Anda mengonsumsi makanan yang mengandung garam terlalu tinggi, efek pertama yang dapat timbul adalah perut terasa kembung. Hal ini dapat terjadi karena sifat garam adalah menarik air, sehingga cairan akan masuk ke dalam lambung dan membuat Anda kembung.

Ulkus Lambung

Jika konsumsi garam dalam jumlah tinggi berlangsung terus-menerus, maka garam dapat mengakibatkan perlukaan pada mukosa lambung. Perlukaan yang terjadi terus-menerus ini lama-kelamaan bisa menyebabkan ulkus (luka dalam) yang terjadi pada permukaan lambung.

Ulkus ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Dan apabila tidak diobati, ulkus yang meluas dapat menyebabkan kebocoran lambung. Hal tersebut adalah kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani dengan prosedur bedah.

Kanker Lambung

Tidak hanya dapat menyebabkan perut kembung dan ulkus lambung, konsumsi garam yang berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung.

Telah banyak penelitian yang telah membuktikan adanya hubungan antara konsumsi garam yang berlebihan dalam jangka panjang dengan peningkatan angka kejadian kanker lambung.

Berdasarkan penelitian tersebut, konsentrasi garam yang tinggi dapat merusak permukaan lambung, sehingga menimbulkan reaksi peradangan dan kerusakan pada lambung. Hal ini akan menurunkan keasaman lambung dan memudahkan bakteri Helicobacter pylori untuk menginfeksi lambung. Peradangan yang berlangsung lama ini dapat meningkatkan risiko kanker lambung di kemudian hari.

Selain dari proses peradangan, mekanisme lain yang dapat menyebabkan timbulnya kanker lambung adalah peningkatan turn over dari sel lambung. Karena dirundung oleh kerusakan terus-menerus oleh pajanan garam yang tinggi, sel lambung dipaksa untuk terus membelah, memperbanyak diri untuk mengganti sel yang rusak.

Pada suatu titik, rem yang mengatur pembelahan sel lambung ini ‘blong’, sehingga sel lambung membelah tidak terkendali, dan bermutasi menjadi sel kanker.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk masalah kesehatan, kita harus berpegang kepada prinsip ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Oleh karena itu, batasilah konsumsi garam sejak dini. Batas maksimal konsumsi garam yang dianjurkan adalah 2300 mg per hari. Namun jika Anda mengidap hipertensi, diabetes, atau penyakti ginjal, angka yang disarankan lebih rendah lagi, yakni 1500 mg per hari.

Jagalah kesehatan lambung Anda, sejak dini.

dr. Karin Wiradarma, dr. Dyah Eka Andayani, M.Gizi, SpGK

 

tags: lambung garam